Tampilkan postingan dengan label Bingkai Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bingkai Sejarah. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Mei 2012

Kota Mojokerto Tempo Dulu Dalam Bingkai Sejarah







KOTA MOJOKERTO TEMPO DULU DALAM BINGKAI SEJARAH

Mojokerto sedang merayakan ulang tahun ke 90 pada tanggal 20 Juni. Rekaman kehidupan Mojokerto beberapa tahun silam dapat dilacak dalam beberapa buku, fotografi, seni rupa maupun karya sastra. Salah satunya buku Modjokertn in de motregen. “Saya mendapatkan hadiah dari KITLV Perwakilan Jakarta sekitar 4 tahun lalu,” kata Abdul Malik, warga Kradenan, mengawali obrolan santai dengan Radar Mojokerto.
Modjokerto in de motregen merupakan rekaman perjalanan jurnalistik Willem Welveren (1887-1943) pada beberapa kota di Jawa dan Madura. Diterbitkan Koninklijk Instituut voor taal, land en volkenkunde (KITLV), Leiden , The Netherlands tahun 1998. Kota-kota yang disinggahi adalah Rembang, Semarang , Tuban, Rembang, Bangil, Pasir Putih, Panarukan, Kalianget, Bangkalan, Batu, Jombang, Mojokerto.
Buku setebal 158 halaman ini terbit dalam bahasa Belanda.
Kesan-kesan Welveren ketika singgah di Mojokerto 27 Maret 1939 dapat dibaca pada halaman 143 sampai 147.

“Beruntung saya bertemu Laura, warga Belanda yang sedang berkunjung ke Mojokerto beberapa bulan lalu. Dia sempat membacakan dalam terjemahan bahasa Indonesia yang tidak begitu lancar.
”Dari hotel saya dapat melihat alun-alun.Disekitar hotel tumbuh banyak pohon pisang”, begitu kesan W.Walvaren yang ia tulis dalam buku tersebut. “Setelah saya telusuri ‘Hotel Esplanade’ tempat ia menginap adalah Penginapan Barat di Kradenan gang 2 no.39. Nama hotel tersebut juga tertulis dalam buku Lonely Planet yang merupakan buku panduan wisata tersohor di dunia.”
Saat ini Penginapan Barat telah berubah fungsi menjadi tempat kos.
“Welveren juga menyebut apotik, museum, kantor pos, museum dan Jalan Mojopahit dalam bukunya. Sepertinya dia berjalan dari Penginapan Barat menuju kantor pos dan melihat keramahan warga Mojokerto sepanjang perjalanan.”
Selanjutnya Malik mengatakan bahwa ,” Saya mencatat bahwa disetiap terminal bermunculan tempat menginap, losmen atau hotel. Sewaktu terminal Mojokerto berada di Pasar kliwon ada Penginapan Barat, terminal di Kranggan (sekarang Bentar) ada Hotel Tegalsari, terminal Panggreman (sekarang kantor PDAM Kota ) ada Hotel Nagamas.”

Buku lain yang mencatat Mojokerto pada halaman-halamannya adalah Bung Karno, Penjambung Lidah Rakjat Indonesia , wawancara Cindy Adams dengan Bung Karno. Diterbitkan PT Gunung Agung, Djakarta 1966.
Bab Modjokerto: kesedihan dimasa muda menceriterakan masa kecil Bung Karno di Mojokerto, dapat dibaca mulai halaman 30 sampai 42.

“Sewa rumah kami sangat murah, karena letaknja kerendahan, dekat sebuah kali. Kalau musim hudjan kali itu meluap, membandjiri rumah dan menggenangi pekarangan kami. Dan dari bulan Desember sampai April kami selalu basah. Air menggenang yang mengandung sampah dan lumpur inilah jang mendjangkitkan penyakit typhusku. Setelah sehat kembali kami pindah ke Djalan Residen Pamudji. Rumah ini tidak lebih baik keadaannya, akan tetapi setidak-tidaknja ia kering.” (halaman 35).

“Dipagi hari aku bergembira, karena aku bersekolah disekolah Bumiputera, dimana kami semua sama. Kami semua tigapuluh orang murid di Inlandsche School kelas dua. Bapakku mendjadi Mantri-Guru jang berarti kepala sekolah. Orang Bumiputera dilarang memakai pangkat Kepala Sekolah.” (halaman 39).

Dimana dan bagaimana kondisi rumah dan sekolah Bung Karno saat ini?

Bagus Endro Kuncoro, warga Margosari menemukan beberapa foto Mojokerto Tempo Doeloe sewaktu surfing di internet. Gaguk, panggilan akrabnya, menemukan foto H.C. van de Bos, Walikota Mojokerto (14 Agustus 1922-29 Januari 1925), stasiun kereta api, kantor Telkom, pabrik gula di Sentanan Lor.

Mas Syahroni, guru seni rupa SMAN 2 Kota Mojokerto juga kerap menjadikan sudut-sudut Mojokerto tempo dulu dalam karya lukis semisal Kantor Pengairan di Jalan A Yani, perempatan toko buku Hasan bin Sjeban, Pasar Tanjung, dll.

Dua tahun lalu Biro Sastra Dewan Kesenian Kota Mojokerto membukukan puisi-puisi karya 14 penyair Mojokerto dalam sebuah antologi puisi berjudul Mojokerto Dalam Puisi. Mereka adalah Aming Aminoedhin, Andi Nurkholis, Chamim Kohari, Gatot Sableng, Hardjono Ws, Max Arifin, M Misbach, Mugianto, Faqih, Saiful Bakri, Suliadi, Suyitno Ethexs, Tausikal, Umi Salama.

Sejarah Mojokerto juga tertoreh pada buku Nasionalisme Dua Orang Kiai tentang KH Nawawi dan KH Akhyat Khalimi dan Garis Pertahanan Terdepan Revolusi, keduanya karya Drs H Abdullah Masrur.

Inilah mozaik untuk kado Kota Mojokerto ke 90.




















OLEH - OLEH KHAS MOJOKERTO

Rambak Sapi Afi Perkasa

0.0/5 rating (0 votes)
Sapi yang ukurannya besar, tak hanya daging dan tulangnya saja yang dapat dinikmati. Kulitnya yang berbulu juga dapat diolah menjadi makanan yang lezat, tentu saja setelah dibersihkan dan melalui beberapa proses terlebih dahulu. Salah satu olahan kulit sapi yang cukup digemari yaitu rambak kerupuk kulit sapi. Ketika melintasi jalan Mojosari - Mojokerto, maka kita akan menemukan beberapa kios-kios berjajar di tepi jalan yang menjajakan rambak kerupuk kulit sapi. Kalau ingin melihat proses pembuatannya secara langsung, kita bisa singgah sebentar ke Desa Kauman, Bangsal, Mojokerto. Kalau dari Terminal Mojokerto, kita harus menuju arah timur sampai di sebuah pertigaan (beberapa meter dari setelah Polsek Bangsal). Arahkan kendaraan ke kanan dan lurus saja sampai menemukan sebuah rumah besar dengan sign boardnya yang bertuliskan “Pengrajin Kerupuk Rambak Afi Perkasa”.
Ketika kami dari tim wisatakuliner.com tiba dilokasi, suasananya memang sepi. Karena pada hari Minggu para karyawannya libur, namun tokonya tetap buka untuk melayani pembeli yang datang. Berdasarkan informasi yang kami terima dari Ibu Saiful sebagai pemiliknya, ternyata usaha kerupuk kulit sapi (rambak) ini sudah berjalan sejak puluhan tahun lalu. Tetapi usaha ini sempat berhenti beberapa waktu dan baru dirintis kembali oleh Bapak Saiful Fuad bersama istrinya pada tahun 1995. Tapi Beliau sempat berpindah-pindah tempat sampai 3 kali sebelum akhirnya berada di lokasi yang sekarang.
Menurut penjelasan Ibu Saiful, dibutuhkan waktu ±1 minggu untuk mengolah kulit sapi menjadi kerupuk kulit sapi yang siap untuk dipasarkan. Sedangkan kerupuk kulit sapi itu sendiri bisa bertahan hingga satu tahun setelah kemasannya dibuka, tetapi penyimpanannya harus benar-benar rapat (wadah kedap udara). Ada beberapa jenis kerupuk kulit sapi yang diproduksi oleh UD. Afi Perkasa, salah satunya untuk masakan dan untuk kerupuk yang dijual pada umumnya (kerupuk rambak). Kalau untuk jenis masakan ada yang berasal dari kulit kepala sapi biasa dan warnanya agak hitam kecokelatan, ada juga yang berasal dari kulit sapi yang sudah displit dan warnanya lebih terang. Selain itu, kulit sapinya juga berasal dari sapi jenis limosin, sehingga harganya lebih mahal dibandingkan dengan yang belum displit. Kedua jenis kerupuk kulit sapi ini biasanya digunakan untuk campuran gudeg, krecek atau jenis masakan yang lainnya. Meskipun sering digunakan untuk campuran masakan, jenis kerupuk kulit sapi jenis tersebut juga bisa digoreng dan langsung dinikmati, karena semua jenis kerupuk kulit sapinya sudah diberi bumbu sebelumnya.
Selain kerupuk kulit sapi untuk masakan, kerupuk kulit sapi untuk digoreng biasa juga ada, ukurannya lebih panjang dan lebih tipis. Sedangkan untuk macamnya, ada yang biasa dan ada juga yang sudah displit, sehingga teksturnya lebih bersih dan warnanya juga lebih cerah. Untuk masing-masing jenis kerupuk kulit sapi yang diproduksi dibandrol mulai dari 18ribu sampai 52ribu rupiah untuk setiap kilonya. Meskipun mereka menjual kerupuk kulit sapi yang masih mentah, tapi kalau ada pembeli yang ingin membeli yang sudah digoreng, mereka juga akan melayani. Sehingga para pembeli akan mendapatkan kerupuk kulit sapi yang masih baru digoreng, namun untuk layanan yang satu ini pembeli diharapkan memesan terlebih dahulu sebelumnya jadi ketika tiba pesanan mereka sudah siap. Biasanya mereka melayani para pengunjung mulai dari jam setengah 7 pagi sampai jam 4 sore setiap hari.

Specifications

  • Oleh2 Khas: Kerupuk Kulit Sapi /rambak (Rp. 18.000 – Rp. 52.000/ kilo)
  • Jam Buka: 06.30 - 16.00
  • Alamat Lokasi: Desa Kauman, Bangsal, Mojokerto Telp. 0321-398849, 081357013577, 081913231187

Onde - onde Bo Liem

0.0/5 rating (0 votes)
Kalau singgah ke kota Mojokerto jangan lupa mencoba oleh-oleh khas kota ini, onde-onde. Onde-onde bermerek Bo Liem ini sudah menjadi salah satu icon oleh-oleh khas Mojokerto. Onde-onde ini hanya memiliki sebuah tempat di Mojokerto dan tidak membuka cabang lainnya. Letaknya di kawasan klenteng Tri Darma, lebih tepatnya sebelum pertigaan klenteng di sebelah kiri ada kawasan Jl. Niaga No. 21, Mojokerto. “Langsung dari pabriknya”, itulah yang menjadi trademark onde-onde ini. Tidak dipajang di etealase seperti kebanyakan onde-onde lainnya. Biasanya tidak lebih dari 2 jam onde-onde sampai ke tengan pembeli setelah proses pembuatan, sehingga onde-onde terkadang masih dalam keadaan hangat.
Setiap onde-onde yang berisi kacang hijau ini dikemas dalam kertas minyak yang berstempel logo Bo Liem, per bungkus berisi satu buah. Yang kemudian dimasukkan ke dalam kardus sebanyak yang dipesan oleh pembeli. Selain onde-onde, tempat ini juga memproduksi keciput (ciput). Onde-onde berukuran mungil ini dibuat kering dan renyah, keciput ini juga dibuat 2 jam sebelum dipasarkan. Penasaran mencoba camilan yang satu ini? Pesanlah melaui telepon satu hari sebelumnya untuk memastikan onde-onde Bo Liem tersedia untuk Anda.

Specifications

  • Oleh2 Khas: Onde-onde & Keciput
  • Jam Buka: 10.00 - 17.00
  • Alamat Lokasi: Jl. Niaga No. 21, Mojokerto Telp. (0321) 321598

OBYEK WISATA MOJOKERTO

OBYEK WISATA MOJOKERTO


Petirtaan Jolotundo
 
Alamat
Desa Seloliman
Kecamatan Trawas
Mojokerto

Petirtaan Jolotundo ini merupakan peninggalan tertua di Gunung Penanggungan yang diperkirakan berkaitan erat dengan Raja Airlangga. Sebagian orang mempercayai bahwa mandi di tirta akan membuat awet muda dan dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
Air yang dari kedua tempat pemandian tersebut nantinya menaglir keluar dan menyatu ke bagian tengah dalam bentuk kolam yang dipenuhi ikan-ikan.

Ubalan
 
 
digi0325edit
Jl. PB Sudirman Pacet
Mojokerto
Tel : 0321 – 69 0608
Faks :0321 – 42 4742

 Daya tarik wisata Sumber Ubalan berupa hutan lindung alami dengan berbagai jenis pohon hutan yang luasnya kurang lebih 10 Ha disamping itu juga sumber air di tengah hutan yang berhawa sejuk. Kawasan Sumber Ubalan juga menyediakan kolam renang, kolam pancing, panggung terbuka, kolam perahu, restoran, mainan anak-anak, taman yang ditata indah dan asri. Sumber Ubalan terletak kurang lebih 18 Km ke timur Kota Kediri tepatnya di Dusun Kalasan Desa Jarak Kecamatan Plosoklaten, dapat ditempuh dengan berbagai jenis kendaraan.
Cangar Pacet
 
 
 
cangar3
Wisata Pacet – Cangar
Jalan tembus yang menghubungkan kota Batu dengan kota Mojokerto ini merupakan jalur alternatif bagi masyarakat yang ingin berpergian ke kota malang dalam waktu yang singkat. Kelebihan lain, jalan yang mulai naik dari kecamatan pacet dan melintasi daerah bernama cangar, sungguh indah untuk memanjakan mata, hati dan jiwa raga.
Terdapat pula Air Terjun di pinggir jalan dan disekitarnya berdiri warung-warung teduh yang bisa digunakan untuk santai menikmati suasana. Daerah itu bernama Terminal Wisata Wisuda Praja (Putuk Kursi). Disana terdapat hutan cagar alam yang memang digunakan untuk wisata alam dan penelitian. Banyak juga wisata-wisata yang ditunjukkan dengan papan penunjuk arah yang sepertinya bisa dijadikan wisata trekking yang penuh tantangan.
Daerah cangar tersebut sudah memasuki wilayah kota Batu. Tetapi melihat arah perjalanan dari pacet. Di Cangar, terdapat pemandian air panas. Untuk memasukinya, kita harus membayar retribusi, klo nggak salah Rp. 3000/orang. Dari pintu masuk, cukup jalan kaki turun 250 meter, dan kita akan menjumpai kolam pemandian air panas.
Air terjun Dlundung
 
dlundung
Salah satu objek pegunungan yang bagus dinikmati adalah air terjun Dlundung.
Dari Sidoarjo Pandaan, masuk Raya Trawas, lalu berbelok ke arah Dlundung. Ada papan nama cukup besar. Para tukang ojek siap memberikan petunjuk kalau kita bingung. Sekira dua kilometer dari jalan raya, menanjak, sampailah di pintu gerbang.
Bayar karcis Rp 3.500 per orang [termasuk asuransi Rp 100]. Ini retribusi untuk Pemerintah Kabupaten Mojokerto.
Air terjun Dlundung bukanlah objek wisata kemarin sore. Pada era Hindia Belanda lokasi ini sudah sering dikunjungi tuan-tuan dan nyonya-nyonya Belanda untuk rekreasi
Cuban Canggu
 
 
cobancanggu
Lokasi : Desa Padusan, Kecamatan Pacet
Jenis : Wisata Alam
Jarak dari kota Surabaya ? 80 km.
Terdapat air terjun alami yang terletak di perbukitan curam dengan pesona alam yang menyejukkan bagi setiap wisatawan yang melihatnya. Saat ini sedang dibangun sarana jalan yang dapat menembus desa sekitarnya, memudahkan para wisatawan menjangkau tempat tersebut.
 
Pacet Mini Park
icon-awal
Tempat yang berada di desa Pandan, kecamatan Pacet ini adalah salah satu tempat wisata terbaru di wilayah Pacet, Mojokerto.
Tempat rekreasi diatas area seluas kurang lebih 2 hektar ini di buka pada tanggal 1 januari 2009.
tempat ini cocok untuk sarana outbond dan berwisata keluarga.
Beberapa fasilitas yang terdapat pada tempat wisata ini adalah : kolam renang, lapangan futsal, flying fox, rally car, taman bermain, taman anggrek dan lesehan makanan tradisional.
Jl. Raya Pacet KM 55 Desa Warugunung Pacet
Mojokerto
Tel : 0321691702